![]() |
| Semua Pengabdi Jatayu Media Nusantara |
“Kegiatan apapun intinya pada niat, berbuat apapun intinya pada zikir.” ~ Kyai Tanjung
Badan
menggigil, hidung tersumbat, dan kepala pening terhibur dengan suasana pagi
yang sejuk dan teduh. Awan tak jua berarak, terus diam menungguku dan
teman-teman sejawat kantor melaksanakan kegiatan Lomba Mancing Internal Jatayu
Media Nusantara.
Karena memegang
fungsi kepala departemen HR, sekaligus divisi pengembangan SDM, aku bersama
dengan anggota departemenku mengadakan program Meningkatkan Kerukunan,
Kekompakan, Kepemimpinan, dan Kesolidan. Kami buat rencana kegiatannya selama
setahun, hingga akhir 2017 nanti.
Beberapa
kegiatannya antara lain; Mancing Bersama, Sepeda Sehat Bersama, Sparing
Olahraga, Kompetisi Olahraga Lintas Departemen, Outbond, Arung Jeram, Kamping,
dan Anjang Sana. Kegiatan-kegiatan tersebut kerangka meningkatkan kepemimpinan,
kesolidan, guyub rukun, dan kekompakan.
Meskipun
sedikit terlambat, kami berangkat dari kantor menuju lokasi pemancingan yang
bertempat di desa Domplek, tepatnya di sebelah selatan kandang kambing etawa
Peternakan PTSA Jatayu Pomosda. Terdapat kolam dengan luas 10mx10m. Setelah
Subuh tepat, Said (Redaktur Design) dan Farid (Redaktur Pelaksana) meluncur ke
pasar tradisional Warujayeng untuk membeli Lele lalu dimasukkan ke dalam kolam
pemancingan tersebut.
![]() |
| Eko (kiri), Ain (tengah), dan Haidar (kanan) di awal sangat bersemangat, mereka lah yang paling awal mendapatkannya |
![]() |
| Dengan khasnya yang selalu santai, Abdurrouf (paling kiri) menjadikan kegiatan ini sebagai momen untuk merenggangkan pikiran. |
Pengabdi kantor
dibagi menjadi empat kelompok. Mereka saling berkompetisi untuk mendapatkan
tangkapan terbanyak. Bagi yang tersedikit tangkapannya, konsekuensinya adalah
memasak seluruh tangkapan ikan tersebut.
Di luar
perkiraanku, teman-teman sangat antusias dalam kegiatan ini. Mulai dari
persiapan hingga pelaksanaan, mereka sangat menghotmati program lintas
departemennya. Hatiku seperti tersiram cawan perwitasari merasakan aura
pagi tadi. Sungguh terasa hangat dan dekat. Tak pandang umur, status sosial,
ekonomi, bahkan fungsi atau jabatan masing-masing.
Semangat mereka
bukan untuk menjadi pemenang, tapi untuk membangun kekompakan. Satu kelompok
terdiri dari pengabdi lintas departemen. Aku tidak akan bertemu dengan pengabdi
departemenku sendiri, begitu pun dengan yang lain. Kami harus saling mengenal
satu sama lain. Bahkan lintas departemen sekalipun.
Sejak persiapan, mereka harus membuat stik pancing sendiri. Semua perlengkapan dan alat dipersiapkan masing-masing kelompok. Meskipun mereka berbeda departemen dan divisi, mereka mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik sekali. Di luar perkiraanku, mereka antusias dan menghormati perogram lintas departemennya.
Sejak persiapan, mereka harus membuat stik pancing sendiri. Semua perlengkapan dan alat dipersiapkan masing-masing kelompok. Meskipun mereka berbeda departemen dan divisi, mereka mempersiapkan kegiatan ini dengan sangat baik sekali. Di luar perkiraanku, mereka antusias dan menghormati perogram lintas departemennya.
Kami berarak
bersama dari kantor ke kolam pemancingan. Dimulai dengan berdoa, supaya
kegiatan ini sesuai dengan niat dan tujuan awal serta sesuai dengan porsinya ̶ tidak
euforia. Kegiatan dimulai pukul 08.30-11.00 WIB.
![]() |
| Auliya (tengah) mendapat ikan yang pertama. |
Kegiatan ini
tidak terasa seperti kompetisi. Kami bersantai, saling membantu, dan tidak
menjatuhkan satu sama lain. Meskipun kompetisi, kami tetap mengingat visi dan
misi perusahaan yang dibentuk oleh Bapak Kyai Tanjung ̶ Guru
kami semua ̶ untuk kami semua.
Kami harus
tetap menjalin kasih satu sama lain, membangun maklum atau toleransi antar
sesama. Membiasakan meminta maaf dan berterima kasih saat berbuat salah dan
terbantu. Budaya ini yang sedang kami bangun untuk perusahaan kami, Jatayu
Media Nusantara, supaya terus berkembang. Target kami, perusahaan kami mampu
menjadi wadah kemaslahatan umat dan manusia yang majemuk, kami tidak sedikit
pun memiliki keinginan menjadi perusahaan media nomor satu atau terbesar, yang
pokok adalah “kemaslahatan” untuk “keselamatan” umat. Begitulah petunjuk
presiden direktur kami, Bapak Kyai Tanjung, berpesan.
Pukul 11.00
WIB, waktu memancing selesai. Kami berkumpul kembali dengan timba yang berisi
ikan tangkapan kami. Kami hitung satu per satu bersama-sama. Mulai dari
kelompoknya Amirul (Kadep Commercial), Said (Redaktur Desain), Putri (Manajer
Keuangan), dan Hasan (Reporter). Mereka mendapat ikan sebanyak 20 ekor. Semua
bersorak, tepuk tangan bergemuruh keras. Said melonjak-lonjak.
Setelahnya
adalah kelompoknya Handi (Desainer), Haidar (Redaktur), Ain (Sekretaris Umum),
dan Auliya (Redaktur). Setelah dihitung, mereka telah mendapatkan sejumlah 21
ikan. Selisih satu poin dari kelompoknya Amirul. Yang ketiga adalah kelompoknya
Abdurrouf (Kadep Administrasi & Keuangan), Eko (Manajer Promosi), Linda
(Manajer Sales), dan Tami (Redaktur Foto). Kelompok tiga mendapatkan 18 ekor
ikan.
Terakhir adalah
kelompokku sendiri bersama dengan Inna (Desainer), Farid (Redaktur Pelaksana),
Uswah (Manajer Administrasi), dan Danik (Reporter).Saat penghitungan, seluruh
kelompok deg-degan, utamanya kelompok tiga, ini
adalah penentuan bagi mereka. Jika tangkapan kami lebih banyak dari
mereka, maka mereka harus memasak seluruh hasil tangkapan.
![]() |
| Saat perhitungan tangkapan ikan, sekaligus penentuan kelompok pemenangya. |
“Satu, dua,
tiga, empat,.........” Dan hasil tangkapan kami berjumlah 23 ekor ikan. Kami
menang. “Wooooooooooooy!!! Ciat ciat...!!!!” Aku melompat girang, Kelompokku
bersuka ria, melompat-lompat kegirangan sambil ngece (ungkapan jawa; bercanda dengan mengejek) kelompok lain. Akhirnya,
kelompokku menang, dan kelompoknya Abdurrouf harus memasak seluruh ikan hasil
tangkapan.
Kegiatan ini
berakhir dengan berdoa kembali. Mengingat apa yang dilakukan, dan mengavulasi
diri sendiri jika terdapat kesalahan. Kepala kami menunduk, mata memejam, hati kami
berkomat-kamit sesuai dengan isi permohonan masing-masing. “Ya Allah, jadikan
kami keluarga yang utuh, tetapkan kami menjadi saudara seiman selamanya hingga
Engkau kembalikan ruh kami kepada-Mu. Ya Allah, tiada persembahan yang pantas
untuk-Mu yang telah senantiasa memberi kami segalanya. Kebersamaan ini, semoga
tetap engkau jaga dan rengkuh. Berikan kami syafaat utusan-Mu sekarang, yang
lalu dan kelak, bahkan ketika kami harus menghadap-Mu. Amien.” Doa ku
panjatkan kepada-Mu. Tiada lagi yang mampu ku haturkan kecuali ungkapan syukur
yang mendalam.
Malam ini, kami
akan mengisi perut kami dengan ikan hasil tangkapan tadi pagi. Semangat makan!
Kegiatan ini memang kecil, tapi sungguh terasa. Cilik tapi krasa.
![]() |
| Kelompok 3; Linda (urut dari paling kiri), Tami, Abdurrouf, dan Eko |
![]() |
| Kelompok 4; Inna (urut dari paling kiri), Uswah, Farid, Danik, dan Arif |
![]() |
| Kelompok 1; Putri (urut dari paling kiri), Said, dan Hasan, Amirul (Kadep Commercial) sedang perjalanan dinas. |











0 komentar:
Posting Komentar