image1 image2 image3

HELLO I'M MUHAMMAD ARIF|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|WRITING 'N LEARNING IS MY PASSION|I'M PROFESSIONAL WRITER

Workshop Membuat Majalah Bersama Nusantara

[EVENT SPOILER]

“Media sangat berpengaruh terhadap bangsa, maka media yang membangun, menyatukan, bernilai, dan menginspirasi sangat dibutuhkan demi kebangkitan nusantara.”


   Pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 5 Desember 2016, Senin lalu. Dengan hanya menyisihkan uang 300.000 rupiah untuk gelombang pertama (05-12 Desember) dan 350.000 rupiah untuk gelombang kedua (13-18 Desember), para peserta akan mendapat banyak pengalaman baru dan pembelajaran, utamanya tentang dunia jurnalistik.

   Event Workshop Membuat Majalah Sekolah oleh Nusantara ini dilatarbelakangi keprihatinan yang luar biasa dari Nusantara terhadap media di Indonesia dewasa ini yang tengah banyak membuat bangsa larut. Media yang seharusnya membangkitkan semangat kemajuan para muda-mudi dan bangsa yang lain, justru sering mengadu domba dan ajang pertengkaran. Oleh karena itu, para muda-mudi nusantara diharapkan mampu membuka paradigma baru berkaitan dengan media.

   Sebagai pijakan awal, Workshop Membuat Majalah Sekolah ini dimanfaatkan oleh seluruh kru Nusantara bersinergi dengan para muda-mudi lainnya untuk membangun bangsa. Dimulai dari hal yang terkecil, nantinya akan merambat ke hal yang besar.

   Workshop kali ini akan dilaksanakan di kampus Pomosda, tepatnya di jalan wachid hasyim nomor 304 Tanjunganom, Nganjuk. Event ini diselenggarakan saat libur sekolah tujuannya supaya liburan para peserta ̶ siswa SMP dan SMA ̶ lebih bermanfaat. Terlebih, biaya penginapan dan makan para peserta sudah ditanggung oleh panitia. Pastinya event ini tidak akan merugikan para peserta, seru, bernilai, dan bermanfaat!

   Sekilas saja, berjalannya kegiatan ini nanti akan dimulai dengan stadium general tentang ke-majalah-an atau jurnalistik dalam arti sempit sesuai dengan tema workshop kali ini, membuat majalah sekolah, jadi tidak berbicara jurnalistik secara luas. Stadium general ini nanti akan langsung diisi oleh Pemimpin Redaksi Muhammad Arif Asy-Syathori.

   Setelah peserta memahami bagaimana dunia jurnalistik, latar belakang mengapa harus ada media di sekolah, dan visi misi media di sekolah, peserta akan dibagi menjadi tiga kelas; reporting, fotografi, dan desain grafis. Setiap anggota tim dari sekolah masing-masing akan dibagi menjadi tiga kelas tersebut, satu anggota masuk ke kelas reporting, satu lagi ke kelas fotografi, dan anggota terakhir akan masuk ke kalas desain grafis.

   Dalam kelas, peserta tidak akan disuguhkan konsep belaka, tapi langsung akan praktik juga. Dua jam pertama berbicara konsep, satu setengah jam berikutnya peserta akan langsung praktik. Kelas reporting akan langsung membuat feature dari seorang narasumber yang didatangkan oleh Nusantara. Para peserta langsung mempraktikkan sebuah moment press converence. Tujuan praktik ini adalah sebagai ajang latihan peserta dalam memahami konsep materi reporting yang telah diberikan sebelumnya. Press Converence tersebut adalah untuk menggali data, fakta, dan cerita dari narasumber. Apa yang didapatkan oleh peserta saat press converence tersebut akan dituangkan ke dalam tulisan bergenre feature. 

   Kelas fotografi tidak jauh beda. Kelas fotografi akan diisi oleh fotografer Radar Kediri. Awal, peserta juga akan disuguhkan materi atau konsep berkenaan dengan fotografi jurnalistik. Setelah itu, peserta akan praktik langsung di pasar Warujayeng. Peserta akan diantar ke pasar Warujayeng oleh panitia. Memburu berita di pasar adalah hal yang mendasar sebagai latihan fotografer pemula. Kecepatan dalam mengambil sudut pandang dan teknik para peserta kelas fotografi akan diuji disini. Sebaiknya para peserta menyiapkan alat masing-masing; handphone, kamera DSLR, atau kamera mirrorless. 

   Terakhir, kelas desain grafis. Tidak beda dengan dua kelas sebelumnya, konsep desain grafis berkaitan dengan majalah akan dibagi oleh redaktur senior desain grafis Nusantara. Kemudian, para peserta akan langsung praktik mendesain sesuai dengan arahan pengampu saat itu. Software yang digunakan adalah Adobe Indesign dan Corel Draw. Peserta sebaiknya membawa laptop sendiri-sendiri, karena para peserta akan banyak praktiknya.

   Sesi pagi ditutup dengan ISHOMA. Acara akan dimulai kembali pukul 14.00 WIB. Hari Selasa sore, tanggal 20 Desember 2016, peserta akan langsung praktik membuat proyek bersama. Seluruh tim dari sekolah-sekolah yang datang akan menjadi satu kesatuan tim, menjadi anggota redaksi Nusantara. 

   Kondisinya nanti, seluruh peserta akan tetap dibagi menjadi tiga; desainer, reporter, dan fotografer. Keadaan akan dibuat seolah-olah para peserta benar-benar bekerja di Nusantara. Ada lima spot yang harus diliput, masing-masing spot dilihat dari tiga sudut pandang berbeda. Sungguh menantang! Bagi para reporter akan menggali data, informasi, keterangan narasumber langsung on the spot. Lalu dituangkan dalam bentuk feature menarik yang dalam. Fotografer juga akan langsung turun ke lapangan memotret gambar-gambar yang dibutuhkan. Sedangkan desainer akan mengonsep, desainnya dibuat bagaimana nantinya setelah artikel dan foto terkumpul.

   Kegiatan sore itu akan seru dan menarik. Belajar hanya konsep tanpa aksi nyata, tidak akan membekas apa pun. Harus dinyatakan dan dipraktikkan. Sensasinya menjadi seorang wartawan akan terasa oleh para peserta. Ibarat di dunia kerja, para peserta adalah sedang mengalami masa on the job training. 

   Keseruan tidak berhenti sampai di situ saja. Malam harinya, para peserta akan berkunjung ke PT Temprina di Sukomoro, Nganjuk. Dalam dunia jurnalistik, tidak lepas dengan percetakan. Karena, pra cetak memegang peran penting dalam pembuatan media cetak, apalagi majalah. Kunjungan peserta nanti akan dimulai pada pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Tentunya sebelum berangkat, para peserta akan mendapat brief terlebih dahulu. Ada beberapa larangan dan anjuran saat berada di PT Temprina. Penasaran kan sahabatku semua? Bagaimana proses cetak PT Temprina? Bagaimana sistem kerja percetakan sebesar PT Temprina yang setiap hari mencetak surat kabar dari Jawa Pos? Makanya ikut...!

   Selepas kunjungan, peserta harus istirahat sesuai dengan tempat masing-masing yang telah disediakan panitia. Free ongkos penginapan. Tidur yang nyenyak supaya esoknya dapat beraktifitas dengan maksimal. Hari Rabu pagi, tanggal 21 Desember 2016, para peserta langsung melanjutkan proyek hasil hunting hari sebelumnya.

   Para peserta akan bekerja di meja redaksi, situasinya akan dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai meja redaksi Nusantara. Setiap satu meja akan diisi oleh satu sekolah yang terdiri dari desainer, reporter, dan fotografer. Tentunya, semua peserta dan seluruh sekolah adalah satu tim redaksi yang langsung dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Nusantara Muhammad Arif Asy-Syathori.

    Hasil kerja seluruh peserta akan dijadikan satu produk majalah. Majalahnya nanti akan dicetak dan diterbitkan bersamaan dengan Nusantara edisi Februari 2016 mendatang. Memang workshop ini tujuannya adalah kemandirian di masing-masing sekolah, khususnya dalam hal pembuatan majalah. Mandiri yang dimaksud adalah setiap sekolah memiliki majalah yang mampu membangun paradigma dan mindset siswa. Bukan sekedar formalitas, tapi memiliki asa dan visi jauh ke depan. Untuk apa lagi kalau bukan untuk kebangkitan nusantara! Salam Nusantara Bangkit!

    Daftarkan diri sahabat di Workshop Membuat Majalah Sekolah bersama Nusantara. Satu sekolah terdiri dari satu tim, satu tim terdiri dari satu fotografer, reporter, dan desainer. Menarik lhoo acaranya...! Berikut formulir pendaftarannya... KLIK DI SINI!
Majalah Nusantara Edisi Desember 2016

   Dapatkan majalah kami, Nusantara edisi Desember 2016 dengan menghubungi 081357468368 atau ke jalan KH. Wachid Hasyim nomor 304 Tanjunganom, Nganjuk, Pomosda. Majalah Nusantara, Bernilai dan Menginspirasi.....!

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar