#BLOG 8 [Fotografi]
| Auto Fokus. ONE SHOT DRIVE. Evaluative metering. |
![]() |
| Tampilan DRIVE MODE pada kamera canon 70d |
Senangnya hatiku, turun panas demam, ....
Lhadalah...! Kok malah nyanyi? Hari ini aku senang sekali karena mendapat pengetahuan baru mengenai fotografi. Practice is the key to face the world, ungkapan itu benar adanya sahabatku..! Pagi ini setelah bersama-sama dengan warga kampung dan civitas academica Pondok Modern Sumber Daya At-taqwa (Pomosda) melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, aku praktik teori fotografi yang ada di buku.
Buku tutorial fotografi oleh Herry Tjiang, “7 Hari Belajar Fotografi”. Buku tersebut sungguh praktis dan mudah dipahami. Lebih-lebih, gambar yang disediakan dalam buku relevan dengan kamera yang aku punya. Jadi, pemahaman berjalan seiring dengan aku praktik, teori didapatkan sembari praktik.
Awal ini, aku belajar beberapa hal. Mulai dari halaman awal hingga 86. Aku berhenti di angka 86 karena bab slanjutnya membahas exposure. Entah kenapa, pikiranku agak malas mendengar kata exposure. Mungkin karena terplot “rumit”. Otakku merekam kata rumit setelah mendengar exposure dalam dunia fotografi.
Baik lah, begini cerita lengkapnya; Di awal buku ini membahas tentang (1) fokus. Tidak banyak hal baru yang aku dapatkan. Banyak yang sudah aku tahu mengenai fokus. Tapi ada poin penting setelah aku praktik. Auto fokus [A], dipakai untuk pengambilan gambar yang cepat, dan momen itu keburu hilang jika tidak segera menemukan fokusnya. Sedangkan manual fokus [M], dipakai untuk foto yang statis, cenderung diam. Biasanya manual fokus dipakai untuk foto model.
Penggunaan fokus pada kamera ada beberapa mode. Aku jelaskan yang sesuai dengan kameraku, Canon 70d. Pertama adalah mode ONE SHOT – AF – S, mode one shot ini digunakan untuk memotret benda-benda statis atau tidak bergerak. Kedua adalah mode fokus AI FOKUS – AF – A, mode ini dipakai untuk memotret benda yang mulanya diam lalu tiba-tiba bergerak. Biasanya orang-orang menyebutnya pertengahan antara AF-S dan AI SERVO – AF- C. AF-C dipakai untuk memotret benda yang secara terus bergerak. Misalnya orang memakai sepeda, motor, mobil, fokus akan terus mengikuti benda bergerak tersebut sampai kita melepas shutter. Terakhir adalah MF-Manual. Diperlukan kejelian dan kecepatan dalam menggunakan mode manual, karena jika tidak tepat akan menyebabkan gambar blur tidak pada tempat dan waktunya.
Masih dalam bab yang sama, fokus, kita juga harus mengetahui DRIVE MODE. Pertama ada DRIVE MODE SINGLE, untuk pemotretan sekali foto saja meskipun shutter terus ditekan, foto yang dihasilkan Cuma satu. Digunakan untuk objek yang tidak bergerak. Kedua ada DRIVE MODE CONTINOUS LOW, untuk memotret objek beberapa kali secara lambat. Tergantung fitur dan kamera yang digunakan apa. DRIVE MODE CONTINOUS HIGH, mode drive yang digunakan untuk benda yang ters-menerus bergerak. Rata-rata 5-8 frame per second / fps. Terakhir adalah DRIVE MODE TIMER, mode ini biasa dipakai untuk selfie atau groovie. Kamera dengan sendirinya akan menjepret sesuai dengan waktu yang diatur.
![]() |
| Contoh penggunaan White Balance; www.seventhgrove.com |
(2) White Balance Mode. Pengaturan warna pada kamera untuk mendapatkan warna yang terbaik. Biasanya white balance mode ini digunakan untuk mendapatkan warna yang tepat sesuai dengan tempteratur yang tepat juga. Di kameraku terdapat 9 mode white balance.
![]() |
| Mode white balance pada kamera Canon 70d |
- AWB (auto); Temperatur warna (3.000-7.000). Fitur kamera yang secara automatis membuat penyesuaian. Kendalanya, hanya bisa beroprasi pada temperatur warna dari 3000-7000. AWB adalah mode paling penting dan mudah.
- Day Light Direct Sun Light; Temperatur warna (5.200). Warna ini digunakan di tengah terik matahari. Waktu yang tepat adalah saat siang hari dan di ruang terbuka (outdoor).
- Shade. Temperatur warna (7.000). Ini sudah hampir ke warna biru. WB digunakan saat spot tidak terkena cahaya matahari.
- Cloudy. Warna temperatur (6.000). Ini juga agak mengarah kebiru-biruan, dipakai saat mendung. WB ini sangat baik ketika kita ingin mendapatkan gambar saat cuaca mendung. Biasa dipakai untuk foto model saat cuaca mendung, sehingga wajah model terlihat hangat dan tenang, serta tidak pucat/biru.
- Tungsten Incandescent. Temperatur warna (3.200). Tungsten dipakai pada pemotretan dengan warna dominan kuning (lampu tungsten). Dengan bantuan WB ini objek tidak terlalu kuning atau yellowish (kekuning-kuningan).
- Fluorescent. Temperatur warna (4.000). White fluoroscent ini dekat dengan daylight white balance.Digunakan saat pemotretan di dalam ruangan yang banyak menggunakan lampu TL atau cenderung warna lampu berwarna biru.
- Flash. Warna temperatur (6.000). Flash WB digunakan untuk menyesuaikan pada flash. Digunakan saat menggunakan flash atau banyak flash.
- Color Temp. Warna temperatur (2.500-10.000). Colour Temperatur ini sangat fleksibel dipakai karena bisa kita sesuaikan dengan kondisi di lokasi. Sering buat pemotretan konser musik. WB ini bisa kita sesuaikan secara manual dari 2.500-10.000.
- Custom. Warna temperatur (2.000-10.000). Mode ini digunakan jika AWB sudah tidak mampu lagi melakukan penyesuaian. Terutama untuk objek yang memiliki warna temperatur di bawah 3.000 atau di atas 7.000. Kita bisa lihat di manual book cara penggunaannya.
| Shade WB Mode |
| Auto White Balance Mode (AWB) |
![]() |
| Perbedaan semua white balance, |
Nah itulah sahabat catatanku tentang belajar fotografi dasarku beberapa hari lalu. Selengkapnya akan aku tulis lagi di blog yang selanjutnya. Tunggu aja ya sahabat..! Teori fotografi hanya akan menjadi sebuah teori manakala tidak dipraktikkan. Mari praktik sembari belajar teori fotografi!






Bagus ya, jadi pengen belajar juga nih. Menginspirasi
BalasHapus