![]() |
| Sumber foto : www.terupdateonline.com |
Genting rumahku tampak telah menyeruakkan suaranya
Menyuarakan sebuah kehendak suci yang didamba
Aku rasa tinggal sebentar lagi embun pagi tak bertamu pada awan putih
Matahari, hanya diam
Awan bisa saja gelap ...
Darimana harus kuhaturkan kehendak ini?
Aku sekarang faqir, entah esok juga faqir
Hingga matahari mulai berayutan dg sang rembulan kupastikan kehendak ini masih terjebak dalam palung hati
Ini masalah!
Seratan hati tersayat rapi, 'bolehkah aku membawamu pergi dari rumahmu dik?'
Perselingkuhan kata benar dan salah telah terumbar tanpa caci
Harus terus terang! Ini kehendak suci!
Sekarang, bacalah seratan ini yang kutulis tak sengaja
Bukti kasunyatan menyimpan kehendak suci
Tunggu dan bersiaplah!
Jika terus ku simpan, tak kan ada hasil
Meskipun semua akan menjadi ketetapan, tapi mahyong tetap 144 buah batu, hatiku sekeras batu
Seratan tak sengaja ini kutulis di atas batu, hatiku...
19 Juni 2016
Tanjunganom, Nganjuk
Muhammad Arif Asy-Syathori


0 komentar:
Posting Komentar