"Membaca menulis itu ampuh untuk diri kita"
| Belajar menulis sejak kecil |
Hai rekan semuanya... Saya Muhammad
Arif Asy-Syathori dan sekeluarga besar saya mengucapkan mohon maaf lahir dan
batin ya,, dimaafkan kan? Pastinya.
Kali ini saya mau share tentang nulis
status nih, pasti pernah menulis status di facebook, twitter, google+, dan lainnya.
Curhat ya? Hehehehe. Emang sih dengan menulis status di facebook atau di
twitter rasanya bisa mengurangi beban hati jika sedang galau. Tapi hati-hati lo
rekan, karena dengan nulis status kita bisa jadi manja dan pengeluh. Loh kok
bisa? Ya bisalah.
Daripada sekedar nulis ‘Ah hujan nih!’
atau ‘sial! Aku gak bisa main pagi ini...” mending nulis yang beneran. Yang
beneran? Iya yang beneran. Maksudnya kita menulis satu, dua, lima paragraf. Kita
kan bisa share sebuah hikmah dari yang kita alami dengan detil supaya tidak
ditangkap pembaca sebagai kata atau kalimat ambigu. Loh kok? Hehehe gak apa-apa, ini cuma persepsi saya kok, kalau agak bingung gak apa-apa, yang penting
penulis paham. :-V :-V
Untuk memulai menulis pasti sangat
berat, kadang kala bagi sebagian orang lebih senang membaca daripada menulis.
Rekan-rekan semua harus tahu satu hal. Semua kejadian yang rekan alami di dunia
ini, bisa menjadi bermanfaat jika dibagi kepada orang lain kan? Nah saya mau
memberi tips menulis.
| Hasan (7), adik penulis |
Pertama, rekan harus punya kemauan
untuk menulis. Kedua, rekan harus hafal huruf abjad. Kedua syarat tersebut
sudah terpenuhi? Tunggu apalagi? Come on broth! Tulis apapun yang ingin kamu
tulis. Gampang kan? Hehehe.... Untuk masalah ejaan, kemudian ide pokok, atau
apapun yang menjadi kaidah penulisan kesampingkan dulu. Dengan sendirinya rekan
akan mempelajarinya seiring dengan rekan suka membaca. Rekan juga harus tahu
bahwa keindahan deduksi (pilihan kata) yang digunakan atau kekayaan kosakata
itu adalah interpretasi dari frekuensi membaca rekan. Semakin banyak rekan
membaca semakin kaya akan kosakata dan semakin indah tulisan rekan.
Saya hanya menawarkan kok, tidak
lebih. Saya kira sih menulis 6 paragraf dengan maksud yang baik dan tidak
memprovokasi keburukan adalah halal-halal saja. Justru akan lebih bermanfaat.
Daripada kebanyakan nulis ‘aduuuh capek bingit nih, abis ngantor’, kan mending
nulis sebuah karya tulis yang bisa memotivasi pembacanya. Ubah keluhan rekan dalam status rekan mejadi sebuah karya yang amazing!. Menulis lima paragraf juga bisa meringankan beban rekan kok. Gak percaya? Buktiin sendiri!
Pernahkah anda menghitung berapa kata
status yang pernah anda tulis di facebook? Sudah berapa lama rekan punya akun
facebook? Seandainya rekan menyusun kata-kata tersebut menjadi sebuah karangan,
pasti menjadi sebuah karangan yang indah dan siapapun yang membacanya akan
tertegun bukan? Hehehe... Mulailah membaca dan menulis rekan karena membaca dan
menulis adalah salah satu cara jitu membentuk moral dan pemikiran. Rekan bisa
membaca artikel selanjutnya yang berjudul Membaca adalah Si Kecil Hebat dengan Membaca !! J J J

0 komentar:
Posting Komentar