image1 image2 image3

HELLO I'M MUHAMMAD ARIF|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|WRITING 'N LEARNING IS MY PASSION|I'M PROFESSIONAL WRITER

Wawancara Penulis

Assalamualaikum Wr.Wb ...

       Sebelumnya saya ucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang teah memberikan kasih sayang-Nya kepada saya berupa ‘dimaukan’ saya untuk meminta Ilmu Tauhid kepada Guru saya yang hanya ada satu dan wajib Fardhu Air hukumnya. Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada saya jika tanpa Ilmu ini di kehidupan saya nanti setelah mati. Sehingga kata ‘dimaukan’ memang benar-benar tampak dan terasa nyata sekali dalam kesadaran saya. Kedua saya haturkan shalawat dan salam kepada Guru Agung Nabi Muhammad SAWW yang membawa risalah An-Nubuwah, ilmu para Nabi para Rasul. 

      Salam Kenal readers !
   
       Nama saya Muhammad Arif Asy-Syathori, biasa dipanggil Arif. Saya terlahir di Yogyakarta, 23 Mei 1996. Keluarga saya adalah keluarga biasa dan bukan priyayi atau keluarga kaya, tapi Insyaallah kaya iman dan akhlaqul karimah. Ayah saya bernama Dzoharul Arifin dan ibu saya Susiana Rahmawati. Entah bagaimana tapi saya tetap sayang kedua orangtua saya melebihi siapapun di dunia setelah Allah dan Guru saya.

       Menempuh hidup di dunia yang fana’ ini, gelap-menggelapkan selama 19 tahun buat saya adalah suatu ujian yang berat. Dunia yang sama sekali tidak memberi pesan kepada saya. Dunia tidak pernah memberi saya solusi. Dunia selalu membuat rumit keadaan. Dunia telah menyeret banyak ‘onggok daging berkulit yang katanya berakal’ kedalamnya. Dari hal-hal tersebut saya akhirnya merasa bingung dan mentok sebelum pada akhirnya saya dipertemukan dengan Guru saya yang memberi ketentraman hati yang tiada tara indahnya di dada ini.

       Semua keduniawiaan tidak berarti bagi saya, tapi karena perintah Guru saya harus tetap menjalankan hal duniawi dengan sungguh-sungguh.

“Bersungguh-sungguhlah dalam berdunia tapi jangan bermaqam di dalamnya”.

      Begitu Guru saya mendhawuhi kami para murid beliau. Saya merasa takut sekali jika tidak bisa menjalankan dhawuh Guru saya. Jika taruhannya adalah ketidak selamatan di kehidupan setelah mati, saya akan lakukan apa saja teruntuk Guru saya tercinta.

     
Saya menemukan arti hidup sesungguhnya setelah saya menginjak pendidikan di SMP POMOSDA. membongkar bumi yang sudah ‘kering-kerontang’ akan iman menggantinya dengan tanah dari Bumi-Nya adalah pendidikan yang saya terima di SMP POMOSDA hingga saya beranjak ke SMA POMOSDA Tanjunganom, Nganjuk. Sekarang saya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi POMOSDA jurusan Teknik Industri. Sebenarnya saya diterima di Universitas Gajah Mada jurusan Teknik Sipil tahun lalu, tapi saya rasa tidak ada yang bisa memberi arti tentang hakekat yang menyangkut essensi berlebih selain di POMOSDA tercinta ini. di STT POMOSDA saya tidak diajarkan bagaimana supaya mencapai kesuksesan dengan bergelimang duniawi semata. Tapi saya diajarkan bagaimana berjuang di dunia untuk meraih kemuliaan di akherat.

      “Live is short, Javanese says it mung mampir ngombe, Important quote but people don’t pay attention it”.

Hidup ini singkat. Hidup ini memiliki visi, misi, dan tujuan. Keduniawiaan tidak untuk dibanggakan atau disembah. Dunia tidak untuk dipikir atau malah dijadikan orientasi hidup. Saya hanya mencoba menjalankan dhawuh Guru saya untuk memaksimalkan potensi saya di bidang apapun. Semoga melalui blog ini saya dapat melaksanakannya. Isi dari blog ini bukanlah hasil buah pemikiran saya sendiri melainkan dari Guru saya. Semoga kita semua mendapat Beberan, Berkah, Sawab, Pangestu dariNya, Amiien.


Share this:

CONVERSATION

1 komentar:

  1. manteb mas, lumayan buat nyantae sambil baca2 artikel seperti ini,

    BalasHapus