image1 image2 image3

HELLO I'M MUHAMMAD ARIF|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|WRITING 'N LEARNING IS MY PASSION|I'M PROFESSIONAL WRITER

Organisasi Dhawuh Guru untuk Kita yang Berkehendak Mati Selamat

       

KH. Moh. Dzoharul Arifin Alfaqiri Munawwar Abdullah Afandi
sedang memaparkan Ogan Dhagu
     Organisasi Dhawuh Guru (Organ Dhagu) adalah kemajelisan Gerakan Jama’ah Lil-Muqorrobien yang diprakarsai dan dipimpin oleh KH.Mohammad Dzoharul Arifin Al-Faqiri Munawwar Abdullah Afandi. Organisasi Dhawuh Guru ini adalah satu kesatuan sistem yang sesuai dengan ajaran Rubbubiyah Islamiyah. Sistem ini sangat kuat dan saling menguatkan satu sama lain. Organisasi Dhawuh Guru dibentuk tidak untuk menonjolkan sebelah pihak ataupun menenggelamkan pihak lain. Organisasi Dhawuh Guru ini adalah murni untuk membangun komunikasi dan mempererat ukhuwah islamiyah.

      “Kesadaran murid (salik=orang yang berkehendak bertemu degan Tuhan-Nya) Jama’ah Ummatan Wasathan untuk dapat kembali mati selamat kepada-Nya” merupakan visi dari Organ Dhagu. Sebagai murid yang sadar bahwa dari Dzat Yang Maha Satu dan akan kembali kepada-Nya maka dengan sendirinya kita akan terus menguatkan tali silaturrahmi kita. Bersama-sama kita teguh bercerai kita runtuh. Pribahasa ini juga turut menguatkan dan menegaskan bahwa kita hidup dalam satu payung. Seharusnya kita bergerak dan melakukan segala sesuatu atas dasar fil amr semata-mata menjalankan perintah dari Guru dan untuk Guru bukan nafsun linafsin. 
        Visi ini memiliki arti yang sangat luas dan luarbiasa maknanya. Faktor pembangun dari visi ini adalah komunikasi. Komunikasi seolah-olah wajib bagi kita semua yang menyatakan sebagai murid yang punya Guru. Komunikasi ini sebenarnya adalah yang membantu membangun kesadaran memakmurkan Bumi Allah. Sejatinya Bumi sendiri adalah jagad shagir dan kabir. 

        Alam semesta dan isinya merupakan Bumi-Nya Allah yang disimbolkan dengan istilah jagad kabir-Nya Allah yang wajib kita lestarikan.

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ 

        “Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat sekali keberadaan-Nya”.  Ayat tersebut sering diuraikan oleh beliau ketika pengaosan atau dalam pertemuan. Beliau menjelaskan bahwa kita diciptakan dari tanah maka harus memakmurkan dan menjaga Bumi-Nya Allah (Jagad Kabir). Tapi sebenarnya ayat tersebut tidak hanya untuk jagad kabir belaka akan tetapi juga jagad shagir (hati=untuk dzikrullah).. Memakmurkan jagad shagir berarti melanggengkan dzikir dalam dada terus-menerus tanpa ada selanya.

KH. Moh. Dzoharul Arifin Alfaqiri Munawwar Abdullah Afandi

       Misi dari Organ Dhagu adalah terciptanya Gerakan Dzikir dalam diri masing-masing diri seorang murid. Beliau menekankan kepada kita semua bahwa tindak-tanduk kita yang dihisab oleh-Nya adalah ketika ada dzikir di dalam hati. Menafikan yang tampak lahir dan senantiasa menyatakan “Laa Ilaaha IllaAllah” dalam kehidupan sehari-hari. Laa Ilaaha yang berarti bersandar kepada Rasul-Nya dan Allah secara totalitas. IllaAllahi tidak akan bisa jika tanpa mengenal Huw (Diri-Nya Dzatullah). Organ Dhagu ini adalah sarana bagi murid untuk mewujudnyatakan At-to’aatu ma’ruufatun kepatuhan yang ditunduki atas kesadaran asal mula penciptaan manusia.


     Organ Dhagu juga alat bagi kita semua (murid=orang yang berkehendak bertemu tuhannya setelah mati) untuk sadar bahwa sejatinya manusia bukanlah lahir atau fisik belaka melainkan manusia adalah makhluk spirit atau ruhiyah. Jasad hanyalah sebuah hijab yang sebenarnya tidak ada. Supaya dapat memanusiakan manusia berarti harus mefungsikan hakekat diri manusianya. Apa itu ? wa ladzikrullaahi akbar berdzikir adalah sesuatu yang Maha Besar. 

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

        “Sesungguhnya hanya dengan berdzikir hati akan tentram”.

    Orang yang sadar bahwa dia berasal dari Yang Satu dan akan kembali kepada-Nya maka akan memiliki jiwa sosial yang tinggi karena kesadaran Ummatan Wasathan (umat yang berwasithah). Dengan begitu Organ Dhagu sebenarnya bukan tentang struktur, birokrasi, dan administrasi saja. Organ Dhagu benar-benar untuk mefungsikan hakekat manusianya. Semua yang dihadapi manusia di bumi ini tentang alam dan sosialnya adalah untuk mengasah berpikir supaya lebih dewasa dan mampu untuk bertafakkur bahwa ternyata manusia adalah makhluk yang apes, hina, nista, tidak bisa apa-apa jika tanpa ruh-Nya yang asalnya dari Fitrah-Nya piyambak.

   Koordinasi merupakan hal yang pokok dalam Organ Dhagu. Menyenangi puji-pinuji, sharing, musyawarah, berani melawan ego, dan menentang keakuannya sendiri adalah indikator berkoordinasi. Bergandengan tangan sesama murid dan saling kuat-menguatkan satu sama lain, “suka kula ing dalem bebarengane lan suka kula perpisahan ing dalem durhakane”.

KH. Moh. Dzoharul Arifin Alfaqiri Munawwar Abdullah Afandi
sedang memaparkan Ogan Dhagu
        Murni Organ Dhagu yang diajarkan oleh beliau adalah untuk kepentingan mati selamat bukan duniawi. Beliau menjelaskan senjata kita untuk mendobrak kebathilan adalah “Trisula Wedha”. Uswatan, ketauladanan, dan dharma adalah senjata kita untuk menyerang segala hal kebathilan. Adapula penjelasan tentang uswatan, ketauladanan, dan dharma akan dijelaskan oleh beliau atau dalam Artikel-artikel selanjutnya.

        Mari kita bersama-sama merealisasikan apa yang telah menjadi Dhawuh Guru kita. Menyenangi puji pinuji, menghindari suudzon, dan saling mengingatkan satu sama lain yang membangun budi pekerti yang baik. Mari kita juga bersama-sama memerangi segala kebathilan yang tampak di muka bumi saat ini. Saatnya “Ja’al Haq wa Zahaqol Bathil” tertampakkan di atas permukaan bumi-Nya Allah. Kita balaskan darah bunda Siti Fathimah (puti Nabi Muhammad=wasithah) dan semua murid-murid setianya oleh para kaum kafir yang menentang ajaran Al-Haq. Semoga kita selalu mendapatkan berberan, sawab, pangestu Guru Wasithah, Amiien.

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar