image1 image2 image3

HELLO I'M MUHAMMAD ARIF|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|WRITING 'N LEARNING IS MY PASSION|I'M PROFESSIONAL WRITER

Seseorang Durhaka, Sekampung Kena Adzab-Nya

       
www.tempo.co
         Suatu ketika Nabi Isa berkeliling, keluar masuk kampung. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana umatnya yang menjalankan ajarannya. Kebetulan waktu itu ia melintasi sebuah desa. Ia berhenti karena tertarik dengan kehidupan para warga di sana. Betapa mereka sangat tekun beribadah, berakhlak baik terhadap sesama dan saling tolong-menolong.

       
muhammadiyah.or.id
            Desa orang-orang beriman itu terletak di daratan tinggi. Nabi Isa berbincang-bincang dengan salah seorang warga. Desa itu benar-benar makmur. Beraneka buah-buahan dapat dipetik dari kebun-kebun mereka. Air tidak pernah berhenti mengalir dari sumbernya. Anak-anak mereka sehat-sehat, tampan-tampan, an cantik-cantik. Seungguh menyenangkan. Setelah sekian lama Nabi Isa berhenti di tempat itu, lalu Ia melanjutkan perjalanan.

        Setahun kemudian Nabi Isa melewati daerah itu lagi. Namun keadaannya telah berubah sama sekali. Nabi Isa menjadi benar-benar asing. Di manakah tanah yang subur makmur itu ? Yang ada hanya puing-puing sisa bangunan. Keadaan tandus kering. Tak sebatang pohon pun tumbuh di sana.
Secara tak sengaja Nabi Isa melihat sebuah gubuk kecil. Ia mendatanginya. Ternyata ada seorang laki-laki tua sendirian yang berada di tempat itu.

“ Pak Tua, bukankah tempat ini dulu subur makmur ? Sekarang mengapa menjadi porak-poranda seperti ini ?” Tanya Nabi Isa
“Di desa ini pernah terjadi bencana besar. Tiba-tiba angin topan datang dan menyapu bersih semua yang berdiri di tempat ini. Seluruh penghuni desa ini tewas. Namun alhamdulillah, aku diselamatkan oleh Tuha,” tutur lelaki tua itu.
“Mengapa bisa demikian ? Apakah mereka mendurhakai Allah ?”
“Tidak mereka rajin ibadah.”
“Mengapa bisa begitu ?” Tanya Nabi Isa.
“Aku tak tahu,” jawabnya menggeleng.

           Nabi Isa semakin penasaran. Mengapa Tuhan membinasakan orang-orang yang taat beribadah. Sebagai jawaban, Allah lalu berfirman melalui malaikat Jibril, “Seseorang durhaka dan mengabaikan shalat, mengganggu tetangganya, dan melupakan Aku. Orang durhaka itu seudah lali akan peringatan-Ku melalui kamu. Orang-orang disekitarnya tidak memelihara dia dan menjaga dia dari kedurhakaan maka aku binasakan semuanya.”

Para rekan-rekan yang berbahagia,
  
          Dari cerita di atas dapat kita ambil hikmah atau nilainya bukan ? Yaps, sepintas ironi melihat apa yang terjadi terhadap umat yang rajin beribadah akan tetapi justri dibinasakan atau diadzab Allah. Sudah menjadi ketetapan-Nya dan Allah Maha Adil dengan apa yang dikehendaki-Nya. Allah sangat menyukai keguyubrukunan dan kekeluargaan. Allah membenci ego dan individualis. 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ 

            "Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." – (QS.Al-Hujuurat:10)
Memang dari cerita tersebut yang berlaku amalan fasad adalah hanya satu orang saja tapi tetangganya tidak mau tahu dengan orang itu. Memang Beliau sering dhawuh bahwa kita harus saling ingat-mengingatkan satu sama lain. Karena itu adalah salah satu hidup bebarengan sebagai saudara sinorowedi.
http://kabarindiependen.com
            Jika kita tarik di lingkungan kita juga sama saja. Jika di lingkungan kita ada saudara kita yang membutuhkan bantuan kita semua maka sudah seharusnya kita respon dan respek untuk segera membantunya. Kata “susah” memang identik dengan kemiskinan atau tidak bisa makan. Tapi “susah” juga bisa diartikan orang yang sedang ingin bangkit dari keterpurukan batin, mengalami penyesalan yang terhingga terhadap apa yang sudah dilakukan kemudian ingin berubah menjadi baik tapi masih jatuh bangun sehingga membutuhkan bantuan atau dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Justru orang-orang yang begitulah yang harus segera kita bantu.

           Bapak Pimpinan sangat perhatian dengan hal yang seperti ini. Program pemberdayaan warga yang tidak mampu juga telah beliau realisasikan. Banyak hal yang beliau tekankan dalam program-program beliau salah satunya adalah bebarengan sedulur sinorowedi.Contoh realisasi program beliau adalah IPO (Infaq Peduli Operasional). Penjelasan terkait IPO telah lengkap dijelaskan di artikel tajuk Peduli Operasional.

Para rekan-rekan yang berbahagia,

             Tentunya kita tidak ingin mengalami hal yang sama dengan umat Nabi Isa yang telah diadzab oleh Allah karena tidak bisa bebarengan, guyubrukun,dan  saling tilek-tinilekan. Ilmu ini memang lembut. Seperti yang beliau dhawuhkan, “Ilmu iki lembut banget, mangkane sing ngati-ngati ben ora kejongor.”

             Dari cerita tersebut kita juga dielingkan bahwa diharamkan bagi murid beliau saling suudzon satu sama lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

           "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang." – (QS.Al-Hujurat:12)


Share this:

CONVERSATION

6 komentar: