“Hidup tanpa visi yang jelas bak berjalan di ruangan gelap tanpa cahaya pun”
![]() |
| http://saptaanugraha.staincurup.ac.id/ |
Assalamualaikum,,
Mari kita bersama-sama memunajatkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah ‘memaukan’ kita untuk bergerak mencari pembawa Alkitab, Alhikmah, dan Annubuwah. Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan secara total kepada junjungan Nabi Muhammad SAWW.
Seringkali kita mendengar kata visi dan misi, bukan begitu rekan ? Setiap instansi atau lembaga pasti memiliki visi dan misi untuk menjalankan sebuah proses manajemen demi mencapai tujuan tertentu. Kenapa begitu ? Saya akan coba menguraikannya, akan tetapi paparan saya tidak 100% mutlak benar, jika rekan merasa kurang pas atau janggal dengan paparan saya silakan rekan bertanya kepada orang yang paham dan potent di bidang ini.
Sekali lagi, visi dan misi dibutuhkan untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum pengertian visi adalah pandangan jauh yang tidak dapat dideskripsikan secara detail dan harus dilakukan oleh siapapun atau lembaga tertentu untuk mencapai tujuan tertentu yang telah disepakati. Kenapa tidak dapat digambarkan secara detail ? Karena tekhnis untuk mencapai tujuan tertentu dengan mengusung visi berbeda-beda, dalam hal ini kita berbicara kontekstual atau berdasarkan situasi dan kondisi saat itu.
| Berkomunikasinya selamat |
Sedangkan Misi secara umum pengertiannya adalah pernyataan yang harus dicapai oleh siapapun atau lembaga tertentu untuk mewujudkan visinya. Dalam oprasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi interpretasi visi. Kegiatan yang dilakukan tidak lepas dari Visi, kemudian Misi sebagai acuan target atau indikator tercapainya visi tertentu agar kegiatannya berada dalam jalur membangun visi.
Pertanyaannya kita ganti, Lantas apa Visi dan Misi kita hidup di dunia ? Semua orang hidup pasti akan meninggal dunia, tak terkecuali seorang Nabi Muhammad sekalipun. Apakah rekan tidak memiliki tujuan hidup ? Pasti ada, saya yakin. Jika ada tujuan pasti ada Visi dan Misi yang dibangun dalam diri bukan ?
Jelas sekali bahwa setiap orang berharap surga di kehidupan setelah matinya. Sebelum melangkah lebih jauh, saya bertanya pada rekan semua. Apakah rekan tidak mau bertemu dengan Sang Pemilik Surga ? Kita perlu spesifikasi kata ‘surga’ supaya lebih jelas dan bukan prasangka-prasangka. Surga kita spesifikasikan dengan mati selamat bertemu dengan Sang Empu-Nya Nama Allah bahagia abadi-abadan.
Kita punya tujuan untuk mati selamat kembali kepada Tuhan. Berarti kita harus memiliki visi. Visi ini berguna sebagai acuan prilaku kita dan tindakan kita untuk mencapai tujuan kita yaitu mati selamat. Visi kita adalah mencapai keselamatan kaaffah (Islam Kaaffah) dengan perilaku ‘takdibiyah’ dan menekankan ‘khuluqiyah’ sebagai wujud atto’atu ma’rufatun. Misi kita mencapai hurriyah tammah dengan kesadaran rubbubiyah islamiyah ‘aroaitu robbiy bi robbi’. Tujuan kita adalah mati selamat.
| Berdunia dengan sungguh-sungguh dengan tujuan mati selamat |
Dengan begitu semua tindakan kita harus membangun visi tersebut. Meskipun pada pelaksanaannya berbeda-beda tekhnisnya akan tetapi tetap membangun visi supaya tidak bias dan terjadi ‘deviasi’ atau penyimpangan-penyimpangan. Mengacu pada visi diatas, berarti segala perilaku dan tindakan kita sehari-hari harus benar-benar selamat. Maksudnya selamat bicaranya, selamat menyimaknya, selamat mendengarnya, selamat memperhatikannya, selamat komunikasinya, selamat berkoordinasinya, selamat musyawarahnya dan lain-lain. Jika pemahaman visi sudah menancap hingga pada tingkat penghayatan insyaallah misi akan tercapai dengan sendirinya. Jika dikerucutkan, mati selamat yang menjadi tujuan kita berdunia akan dapat diraih juga.
Jika masih bingung, saya misalkan dengan lembaga keamanan yaitu Polri. Jika seandainya visi Polri itu adalah untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat luas secara objektif. Maka semua kegiatan atau aktivitas kepolisian tidak akan menyeleweng dari visi tersebut. Kemudian seandainya misi Polri adalah menciptakan Indonesia bebas penyalahgunaan Narkotika, maka kegiatan preventif dan promotif terkait pemberantasan penyalahgunaan Narkotika harus tetap membangun visi Polri. Maksudnya ketika Polisi melakukan tindakan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika harus tetap membuat nyaman dan masyarakat tetap aman. Kemudian tujuannya apa ? Misalnya tujuan Polisi adalah supaya dapat menghidupi keluarganya, berarti kegiatan yang dilakukan Polisi tersebut adalah supaya mendapat penghasilan dan dapat menghidupi keluarganya di rumah.
Tujuan adalah hal yang menyertai kita dalam membangun visi dan untuk mencapai misi. Tujuan yang benar akan menjadikan kita tetap dalam pagar. Akan sangat lucu sekali apabila tujuan kita adalah menyeleweng dari visi dan misi. Analoginya, kita memiliki tujuan ke Jakarta, visi yang dibangun adalah pergi kemanapun sembari melestarikan alam, kemudian salah satu misi kita adalah jalur pantura menjadi lebih asri, akan tetapi dalam pelaksanaannya kita membuang sampah sembarangan, kita membakar sampah plastik, dan lain-lain. Terlebih lagi kita goyah dengan iming-iming mampir ke Mall, tempat pariwisata, dan lain-lain. Kapan kita akan sampai ? Meskipun sampai sekalipun, kita hanya sampai di Jakarta tanpa nilai apapun, tidak akan bermanfaat. Kenapa ? Karena kita melewatkan visi dan misi kita dalam bertindak atau mengoperasionalkan visi, misi, dan tujuan kita.
Mungkin itu saja yang dapat saya share kepada rekan terkait visi, misi, dan tujuan hidup ini. Artikel ini tidaklah mutlak benar. Rekan-rekan dapat mencari referensi lain yang mungkin lebih baik. Oke .. Enjoy reading rekan !! :) :) :)


0 komentar:
Posting Komentar