| " Jaal Haq wa Zahaqol Bathil sudah menjadi ketetapannya " |
Assalamualaikum para jama’ah yang berbahagia. Teringat kajian bapak KH. Mohammad Dzoharul Arifin Al-Faqiri Munawar Abdullah Afandi terkait hakekat berdoa. Doa adalah cara berkomunikasi umat manusia dengan Tuhannya. Ketika berdoa manusia dapat merasakan kedekatannya dengan Yang Menciptakannya.
Tentunya semua umat manusia pernah berdoa kepada Tuhannya untuk dimudahkan urusanya di dunia, rezeki yang halal, anak shaleh dan shalehah, dan lain-lain. Memang benar jika dikatakan berdoa adalah jalan terakhir kita ketika kita berada pada titik kebuntuan tertinggi. Siapa lagi yang dapat memudahkan segala urusan kita jika bukan Dia ? Dengan Ar-Rohman dan Ar-Rohiim-Nya Allah tidak pernah menempatkan hamba-Nya dalam suatu kesulitan yang tidak ada jalan keluarnya.
Mengadahkan tangan sambil memohon untuk diampuni dari segala dosa dan diberi kebahagiaan dunia akherat kelak.وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada orang yang mendoa: `Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (Al-Baqarah:121)
Beliau menyampaikan “tapi donga kuwi yo ra mung dungo, kudu enek ikhtiar sing menyertai”. Maksud beliau adalah percuma saja kita selalu berdoa tapi tidak berikhtiar sama sekali. Berdoa supaya diberikan anak shaleh dan shalehah tapi mendidik anaknya dengan cara memanjakan atau menuruti segala yang diminta oleh anaknya. Bagaimana bisa jadi anak shaleh atau shalehah jika membiarkan anaknya untuk tidak shalat atau membiarkan anak-anaknya melakukan pacaran di bawah umur ?
Sekali lagi kita harus berikhtiar atas apa yng telah kita minta dari Allah. Dan sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Apapun itu doa harus diikhtiari dengan sungguh-sungguh. Beliau juga dhawuh “ Mbendino shalat rajin, tapi metu saka mesjid ngerti sandale ilang langsung misoh-misoh yo dungone gak kanggo”. Artinya ketika shalat kita memohon untuk diberi ketentraman di dalam hati tapi semua itu juga ditentukan oleh bagaimana kita berpikir dan menggunakan Ilmu kita. “Pomone sandale ilang yo disadari ealah... kabeh kagungane Gusti Allah aku ra melu nduwe, berarti sing gawe sandalku luweh butuh tinimbang aku”. Lanjut Dhawuh beliau.
Dewasa ini Beliau sangat sering berpesan kepada kita semua bahwa zaman kita ini sudah sangat methit dan saatnya kita memperbanyak lakon dan pitukon kita. Akan benar-benar ditampakkan Jaal Haq wa Zahaqol Bathil di permuakaan bumi-Nya Allah yang sudah sangat carut-marut dan waktunya diringkes oleh Allah SWT.
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚإِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (Al-Isra:81)
Saat ini sudah banyak perubahan syareat termasuk tidak ada lagi Qunut Nazilah di semua shalat. Tidak hanya itu disisipkannya kata “jaal wa zahaqol bathil” dalam lafadz Innama amruuuhu idzaa arooda Syai’an Ayyakulaalahu kun jaal haq wa zahaqol bathil fayakuun saat fida’. Perubahan-perubahan syareat ini memang murni haq Guru Wasithah yang haq dan sah untuk mewujudnyatakan cita-cita Guru kita.
Jaal haq wa zahaqol bathil dapat diwujudkan hanya dengan cara bebarengan dengan komunikasi yang komunikatif. Doa ini harus diwujudnyatakan Secara riil oleh para murid yang mengaku ingin mati selamat kembali kepada-Nya.Doa ini adalah sebagai pepiling bagi kita semua untuk segera merapat dan bersandar kepada utusan-Nya.
![]() |
| http://1.bp.blogspot.com/-4s-UEJzvlUY/Tv5rcxerffI/ AAAAAAAAABo/z-WoIT-fAKE/s1600/disaster5.jpg |
Semua ayat-ayat-Nya yang nyata di zaman edan ini sudah sangat lengkap bagi kita semua. Jika kita megamati dengan cermat semua peringatan-Nya seolah-olah tidak ada waktu lagi untuk bersantai-santai dan mengejar dunia belaka. Beliau berharap bermula dari jamaah GERJALIBIEN kemudian merambat ke warga umum supaya bersama-sama memakmurkan bumi-Nya Allah.
Sekarang kita lihat begitu gegirisi dunia luar. Para koruptor yang memakan harta banyak warga di negeri ini. Tentunya para koruptor juga berdoa dan berharap tentang kebaikan, tapi doa mereka tidak akan berkhasiat karena tidak diwujudnyatakan dan diikhtiari. Berdoa supaya mendapat kebahagiaan akherat tapi tetap mengambil harta milik orang lain. Bagaimana bisa memperoleh kebahagiaan akherat kelak ?
Kita sebagai murid hanya bisa nderek Guru saja. Kita totalitas beriman (dengan benar-benar beriman) kepada utusan-Nya. Kita nderek doanya beliau ketika shalat atau apapun. Yang jelas saat ini beliau telah memberi kita banyak peringatan terkait Jaal Haq wa Zahaqol Bathil.
Marikita semua bersama-sama berusaha mewujudnyatakan doa-doa kita selama ini yang sudah ditapa bratani oleh para Guru Wasithah dan para Nabi Allah. Doa diwujudnyatakan gumelarnya Ilmu se-pendidikannya seantero dunia jagad raya.
Kebathilan bukan berarti orang-orang yang menyimpang saja. Bukan hanya para koruptor, perompak, perampok, pencuri, dan lain-lain, akan tetapi segala perilaku, watak, sifat, perilaku yang menyimpang dari sirathal mustaqim. Maksud doa kita sudah sangat jelas dan diperintah oleh siapa juga sudah sangat jelas. Kesadaran kita bahwa semua yang kita lakukan hanya karena ada yang memerintah (fil amr) adalah kunci menyingkirkan segala kebathilan.
Doa kita adalah doa yang sangat berkhasiat untuk kesembuhan penyakit-penyakit hati yang kotor dan dunia kita yang sudah sangat sakit parah saat ini. Siapa yang dapat mengubah dunia ? Siapa yang dapat menyembuhkan dunia kita saat ini dari penyakitnya yang tidak kunjung sembuh ? Siapa yang mengabulkan doa kita ? Apa yang kita lakukan atas semua doa-doa kita selama ini ?Jawabannya hanya pada ketaatan yang ditunduki kepada Guru Wasithah semata dan senang menjalankan semua dhawuh-dhawuh beliau. Mari kita semua bersama-sama meningkatkan bebarengan, kekeluargaan, dan kebersamaan. Semoga apa yang kita lakukan selalu mendapat beberan berkah sawab pangestu Guru Wasithah.,amiien.


0 komentar:
Posting Komentar