| Membaca membuka jendela dunia - Nusantara |
“Percaya, malas dan menyepelekan tidak akan membuat siapapun berkembang dari keadaan saat ini - Kyai Tanjung (Riwayat Penulis)”
Masa-masa sekolah kita tidak pernah menganggap serius mata pelajaran Bahasa Indonesia, benar kan? “Ah, kenapa juga aku harus belajar Bahasa Indonesia? Orang aku udah lahir di Indonesia kok”. Hati kita sering bergumam seperti ular menderik. Menyesali apa yang sedang kita pelajari, merasa pelajaran tersebut tidak berguna hingga malas-malasan, dan tidak sadar telah menyepelekannya begitu saja.
Anda tahu tidak bahwa buku, media massa, media online telah banyak berpengaruh terhadap pola pikir dan kecerdasan (kognitif), sikap dan gaya hidup (behavior), serta perasaan (emosional) khalayak. Media jika tidak dikendalikan atau di bawah kendali orang-orang yang berkepentingan maka bukan malah memberi dampak baik justru buruk.
Dalam wawancara setengah abad lalu oleh wartawan media Amerika kepada presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno berkata bahwa sebuah negara yang belum mapan tidak akan mampu mengendalikan pers. Presiden Soekarno saat diwawancarai tidak memberi alasan kenapa pers masih terbatas di negeri saat itu.
Setengah abad kemudian, kita tahu bahwa peran sebuah media massa sangat krusial bagi masyarakat. Kadangkala memang media massa membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya, tapi tak jarang pula media massa menjadi provokator ke hal yang tidak baik. Memancing pertengkaran, perselisihan, dan menghebohkan. Tampak kepentingan-kepentingan mulai merasuki keberadaan media massa.
Sebuah bangsa yang masih mencari jati dirinya tidak akan kuat bertahan pada prinsipnya jika dibombardir media massa yang ‘tidak sehat’. Perlu kewaspadaan bagi masyarakat terhadap informasi yang disampaikan media massa. Wartawan juga manusia, tidak mungkin bersih dari nafsu dan kepentingan. Waspada berbeda dengan prasangka. Tidak ada cara lain bagi masyarakat awam selain berwaspada terhadap kabar di media massa.
Jika kita melihat keadaan masyarakat yang mudah terombang-ambing menjadi sebuah peluang untuk mengubah keadaan bangsa. Media massa sangat strategis untuk mewujudkannya. Tapi pelaku yang berkecimpung dalam media massa harus benar-benar bersih hatinya dari segala kepentingan dan nafsu. Niscaya media massa akan sehat dan dapat menggiring setiap pembacanya memperbaiki pola pikir dan akhlaknya.
Jatayu Media Nusantara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memurnikan media massa yang ada saat ini. Dengan visi menjadi media komunikasi dan informasi yang berkualitas untuk memurnikan Paradigma (Mindset), Jatayu Media Nusantara dengan penuh ketulusan dan dedikasi akan berjuang mewujudkan bangsa dengan mindset yang sehat dan beradab. Melahirkan kader-kader penulis buku, media massa, opini, dan apapun yang mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik.
Negara Indonesia masih pada kategori negara yang minim minat bacanya dan sangat minim produktivitasnya. Salah satu musababnya adalah karakter menyepelekan dan malas. Perbandingannya berapa orang yang suka membaca dan yang tidak suka membaca? Indeks minat baca negeri ini masih jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya. Sebenarnya bukan menjadi masalah utama, tapi yang menjadi masalah adalah alasan mengapa tidak mau membaca adalah karena ‘malas’ dan ‘menyepelekan’. Akhirnya banyak ‘sampah-sampah’ berjalan. Tidak sering membaca tapi dengan alasan tidak menyepelekan dan tidak malas itu bukan masalah. Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah alasannya yang menggambarkan niatnya.
Menulis dan membaca memang selama ini seperti kegiatan yang dianggap tidak produktif. Tapi anda tahu tidak bahwa banyak orang terkaya di dunia berkat kepiawaiannya menulis? J.K. Rowling, penulis novel terlaris sepanjang abad ini dengan karyanya Harry Potter. Filmnya pun selalu box office dan mendapat banyak penghargaan. Andrea Hirata, bocah Belitong yang mampu menginspirasi banyak pembacanya melalui novel Laskar Pelangi, Edensor, Ayah, dan masih banyak lagi karyanya yang tiada-duanya.
Mulailah memaksa diri untuk membaca dan menulis. Kedua hal ini adalah demi perkembangan diri sendiri, bukan orang lain. Wawasan akan menambah kemampuan memetakan diri dan menganalisa. Menjadi mudah dalam mengambil keputusan, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, dan memunculkan karakter belajar dalam diri. Itu hal-hal yang penting dan sangat perlu ditanamkan.
Jatayu Media Nusantara melakukan kegiatan pemberdayaan penulis melalui forum penulis Nusantara. Mengumpulkan orang-orang yang minat dalam menulis untuk belajar bersama dengan beberapa ahli penulis. Kegiatan semacam ini diselenggarakan rutin oleh Jatayu Media Nusantara. Tujuan utamanya adalah mengorbitkan penulis-penulis yang hebat, berorientasi pada kebaikan, dan terangkat ekonomi, sosial, serta spiritualnya. Demi siapa? Demi Nusantara kita bersama. Jika anda tertarik untuk mengikuti kegiatan forum Jatayu Media Nusantara, silakan hubungi +6281357468368 (Customer Service).
Anda tahu tidak bahwa buku, media massa, media online telah banyak berpengaruh terhadap pola pikir dan kecerdasan (kognitif), sikap dan gaya hidup (behavior), serta perasaan (emosional) khalayak. Media jika tidak dikendalikan atau di bawah kendali orang-orang yang berkepentingan maka bukan malah memberi dampak baik justru buruk.
Dalam wawancara setengah abad lalu oleh wartawan media Amerika kepada presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno berkata bahwa sebuah negara yang belum mapan tidak akan mampu mengendalikan pers. Presiden Soekarno saat diwawancarai tidak memberi alasan kenapa pers masih terbatas di negeri saat itu.
Setengah abad kemudian, kita tahu bahwa peran sebuah media massa sangat krusial bagi masyarakat. Kadangkala memang media massa membantu masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya, tapi tak jarang pula media massa menjadi provokator ke hal yang tidak baik. Memancing pertengkaran, perselisihan, dan menghebohkan. Tampak kepentingan-kepentingan mulai merasuki keberadaan media massa.
Sebuah bangsa yang masih mencari jati dirinya tidak akan kuat bertahan pada prinsipnya jika dibombardir media massa yang ‘tidak sehat’. Perlu kewaspadaan bagi masyarakat terhadap informasi yang disampaikan media massa. Wartawan juga manusia, tidak mungkin bersih dari nafsu dan kepentingan. Waspada berbeda dengan prasangka. Tidak ada cara lain bagi masyarakat awam selain berwaspada terhadap kabar di media massa.
Jika kita melihat keadaan masyarakat yang mudah terombang-ambing menjadi sebuah peluang untuk mengubah keadaan bangsa. Media massa sangat strategis untuk mewujudkannya. Tapi pelaku yang berkecimpung dalam media massa harus benar-benar bersih hatinya dari segala kepentingan dan nafsu. Niscaya media massa akan sehat dan dapat menggiring setiap pembacanya memperbaiki pola pikir dan akhlaknya.
Jatayu Media Nusantara hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memurnikan media massa yang ada saat ini. Dengan visi menjadi media komunikasi dan informasi yang berkualitas untuk memurnikan Paradigma (Mindset), Jatayu Media Nusantara dengan penuh ketulusan dan dedikasi akan berjuang mewujudkan bangsa dengan mindset yang sehat dan beradab. Melahirkan kader-kader penulis buku, media massa, opini, dan apapun yang mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik.
Negara Indonesia masih pada kategori negara yang minim minat bacanya dan sangat minim produktivitasnya. Salah satu musababnya adalah karakter menyepelekan dan malas. Perbandingannya berapa orang yang suka membaca dan yang tidak suka membaca? Indeks minat baca negeri ini masih jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya. Sebenarnya bukan menjadi masalah utama, tapi yang menjadi masalah adalah alasan mengapa tidak mau membaca adalah karena ‘malas’ dan ‘menyepelekan’. Akhirnya banyak ‘sampah-sampah’ berjalan. Tidak sering membaca tapi dengan alasan tidak menyepelekan dan tidak malas itu bukan masalah. Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah alasannya yang menggambarkan niatnya.
Menulis dan membaca memang selama ini seperti kegiatan yang dianggap tidak produktif. Tapi anda tahu tidak bahwa banyak orang terkaya di dunia berkat kepiawaiannya menulis? J.K. Rowling, penulis novel terlaris sepanjang abad ini dengan karyanya Harry Potter. Filmnya pun selalu box office dan mendapat banyak penghargaan. Andrea Hirata, bocah Belitong yang mampu menginspirasi banyak pembacanya melalui novel Laskar Pelangi, Edensor, Ayah, dan masih banyak lagi karyanya yang tiada-duanya.
Mulailah memaksa diri untuk membaca dan menulis. Kedua hal ini adalah demi perkembangan diri sendiri, bukan orang lain. Wawasan akan menambah kemampuan memetakan diri dan menganalisa. Menjadi mudah dalam mengambil keputusan, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, dan memunculkan karakter belajar dalam diri. Itu hal-hal yang penting dan sangat perlu ditanamkan.
Jatayu Media Nusantara melakukan kegiatan pemberdayaan penulis melalui forum penulis Nusantara. Mengumpulkan orang-orang yang minat dalam menulis untuk belajar bersama dengan beberapa ahli penulis. Kegiatan semacam ini diselenggarakan rutin oleh Jatayu Media Nusantara. Tujuan utamanya adalah mengorbitkan penulis-penulis yang hebat, berorientasi pada kebaikan, dan terangkat ekonomi, sosial, serta spiritualnya. Demi siapa? Demi Nusantara kita bersama. Jika anda tertarik untuk mengikuti kegiatan forum Jatayu Media Nusantara, silakan hubungi +6281357468368 (Customer Service).

0 komentar:
Posting Komentar