| Santri Pomosda Bergotong Royong Meembenahi Biopori |
Selalu saja
ada hal-hal yang dilakukan oleh santri Pomosda untuk mengisi sebuah momen yang
berharga. Hari ini (09/03) terjadi sebuah peristiwa alam semesta yang sangat
langka, bahkan hanya 350 tahun sekali munculnya, yaitu Gerhana Matahari Total.
Banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk berlibur bersama keluarga mereka
sendiri-sendiri. Berbeda dengan santri Pomosda. Santri Pomosda justru
menggunakan momen ini untuk membangun kebersamaan dan membangun sifat peduli
dalam diri.
Setelah
melakukan ibadah ritual shalat gerhana, santri Pomosda bersama civitas Pomosda
yang lain langsung berganti baju perang untuk kerja bakti. Ada yang menyapu, ngarit rumput, membongkar Biopori,
menata Polybag, dan lain-lain. Dalam khutbah saat shalat gerhana, pimpinan
Pomosda menyampaikan bahwa semua peristiwa yang terjadi di langit maupun bumi,
bahkan yang terjadi dalam diri adalah tanda-tanda Wujud-Nya. Dhawuh inilah yang menjadi pemicu santri
Pomosda untuk terus semangat dalam berlaku syare’at untuk menyelami yang
hakekat.
Apa hikmah
Gerhana? Berlibur kah? Bukan. Santri Pomosda memaknai hikmah peristiwa gerhana
adalah kesempatan bertafakkur. Menghayati bahwa ternyata Yang Mencakupi Segala
Sesuatu adalah Allah. “Kita bisa sadar ya, bahwa dengan adanya Gerhana Matahari
Total tadi kita bisa tahu kalo ktia gak bisa apa-apa. Matahari saja bisa
ditutup sama Allah apalagi nyabut nyawa kita.” Kata Muhammad Amrullah (santri
kelas X SMA Pomosda).
Sudahkah anda
berbuat untuk sebuah hikmah Gerhana Matahari Total hari ini? Kunjungi
Pomosda.or.id, smp-pomosda.sch.id, sma-pomosda.sch.id, dan akun kompasiana saya
ya!

0 komentar:
Posting Komentar