![]() |
| Lalu Gigih Arsanofa dan Pengacaranya |
[Tanggapan Berita Kasus Indra Bekti dan Lalu Gigih Arsanofa ]
Ide untuk membuat artikel ini bermula setelah saya teringat dengan
kejadian-kejadian yang menghebohkan tentang dunia entertainment atau
hiburan. Tidak hanya di tahun ini saja, bahkan di tahun-tahun sebelumnya ada
banyak kejadian yang menggambarkan bahwa artis bukanlah figur atau sosok
yang selalu bisa kita contoh.
Saat ini berita tentang tuduhan pelecehan seksual kepada Indra
Bekti oleh Lalu Gigih Arsanofa. Saya tidak peduli kejadian itu benar atau salah,
yang jelas itu adalah pembelajaran buat kita untuk tidak berbuat seperti apa
yang mereka lakukan. Apalagi anak muda jaman sekarang, terlalu fanatik hingga
buta akan sosok seorang artis sehingga yang dipermasalahkan adalah benar atau
tidak kabar tersebut.
Infotainment lambat laun menjadi konsumsi para viewers
Indonesia. Mayoritas acara TV di Indonesia memiliki slot acara
Infotainment. Maksud adanya Infotainment ini adalah untuk memberi kabar tentang
kehidupan artis atau orang-orang yang berecimpung di dalam dunia hiburan atau enterteinment
kepada masyarakat. Semuanya diekspose, sisi negatif dan positifnya. Tak
heran jika gaya hidup masyarakat berubah drastis, mulai dari cara berpakaian,
gaya rambut, gaya berjalan, pola hidup sehari-hari, berumah tangga, mendidik
anak, bekerja, dan bahkan cara berpikirnya.
Seperti kita tahu, hingga saat ini perdebatan antara Indra Bekti
yang dituduh melakukan pelecehan seksual melalui SMS dan via chat MedSos dengan
Lalu Gigih Arsanofa belum selesai tuntas, akhirnya Infotainment tidak ada
bosan-bosannya mengekspose berita tentang mereka berdua. Hal ini jika
dibiarkan tidak baik, sangat tidak baik. Kenapa? Karena penonton acara
Infotainment adalah semua umur. Siapapun bisa menontonnya, jika anak- anak
dibawah umur melihatnya, jelas tidak baik untuk mereka bukan? Terbentuk benang
merah di kepada mereka tentang “Homo Seksual”.
Kadangkala kita perlu jeli dalam menelaah. Sekali lagi jangan buta artis.
Menganggap idola anda adalah panutan hidup anda, sekali lagi jangan! Apapun
adalah ayat-ayat-Nya yang nyata, kita sebagai manusia wajib menyelami ayat-ayat
tersebut. Masalah utama tentang hal ini sebenarnya adalah bukan tentang Indra
Bekti yang benar dan Gigih yang salah, tapi dampak terhadap masyarakat.
Konsekwensi logisnya jelas berdampak tidak baik kepada masyarakat yang
menontonnya.
Ada beberapa yang dirugikan karena berita ini terekspose media
dengan berlebihan;
1) Indra
Bekti
Betapa tertekannya Indra Bekti mengetahui media-media kabar di
Indonesia mengekspose skandalnya terhadap Lalu Gigih Arsanofa. Jelas ini
menuai beban psikologis bagi Indra Bekti, dan saya yakin ini adalah ‘Unforgetable
Insident’ dalam hidupnya dan keluarganya. Pasti dia merasa sangat tertekan dan stress
menghadapi ini. Jelas karirnya, sosialnya, kehidupan keluarganya tidak berjalan
dengan baik seperti semula. Sulit baginya untuk membentuk bangunan harmonis
kepada istrinya, anak-anaknya, orangtuanya, seluruh keluarga besarnya,
teman-temannya, fans, dan lain-lain. Bisa dipikirkan kembali, apa yang
akan terjadi pada dirinya jika empat bulan lagi masih seperti ini. “Deathly”...
2) Lalu
Gigih Arsanofa
![]() |
| Transkip Rekaman IB dan LGA |
Sebagai pelapor tentu kabar tentang dirinya sedikit melegakan. Tapi
mungkin dia juga merasakan tekanan dari masyarakat dan media yang ada. Siapa
yang menduga jika kabar mengenai dirinya diekspose sedemikian hebohnya di
setiap acara Infotainment di TV bahkan di beberapa media cetak. Ternyata hasil
dari kabar yang tersebar, selain komentar pedas yang ditujukan kepada Indra
Bekti, komentar pedas juga tertuju kepada Gigih. Jelas nama baik dirinya
sendiri juga tercemar di masyarakat, terutama di keluarganya sendiri.
3)
Fans Indra Bekti
![]() |
| Komentar mengenai kabar IB dan LGA |
Fan Base Indra Bekti
jelas menurun dengan adanya dugaan Indra Bekti melakukan pelecehan seksual
kepada Lalu Gigih Arsanofa. “Perasaan kecewa pasti ada, tapi saya tidak percaya
akan itu.” Kata Fredy (20, fans Indra Bekti). Saya mewancarai dirinya setelah
saya bertemu di warung bakso sekitar Transmart Kediri Kota dua hari yang lalu
(09/02). Hal yang paling merugikan bagi para fans bukanlah pada ‘kekecewaannya’,
tapi kasihan. Bagaimana jika ternyata Indra Bekti benar-benar melakukan
pelecehan seksual kepada Gigih? Jelas mata mereka telah buta untuk melihat
sebuah fakta, dan ini tidak baik untuk mereka dari sudut pandang psikologi.
Saya sendiri kadang heran, ketika artis melakukan kesalahan di
depan hukum dan penyimpangan sosial, para fans ‘buta’ akan hal itu. Cara
memandang para fans terhadap hal demikian tidak lagi objektif, melainkan
subjektif. “Tidak mungkin dia melakukan itu, saya tahu betul dia, pasti ada
oknum yang ingin melihat dia jatuh, kasihan dia.” Pasti komentar yang muncul
dari para fans adalah demikian.
Kita harus tetap memandang segala sesuatunya secara objektif.
Sadarlah bahwa artis juga manusia, dia pasti juga pernah melakukan kesalahan. Jangan
terlalu fanatik dengan apapun dan siapapun. Memandang secara subjektif akan menutup
pembelajaran buat kita, masyarakat biasa. Sebaliknya, memandang secara objektif
akan dapat membuka pikiran kita supaya tetap jernih.
4)
Masyarakat Umum
Terasa atau tidak, masyarakat umum sebenarnya juga dirugikan dengan
naik daunnya berita tentang Indra Bekti dan Lalu Gigih Arsanofa. Kabarnya
adalah berkaitan dengan sesuatu yang intim, dan hal ini tidak layak diekspose
secara bebas. Masyarakat awam tidak akan mampu menyaring kabar tersebut.
Apalagi anak-anak, tak bisa dipungkiri penonton Infotainment adalah dari semua
umur. Akan muncul dalam otak mereka sebuah memori tentang pelecehan seksual dan
homo seksual sebelum waktunya. Ini jelas berbahaya untuk anak-anak.
![]() |
| Quotes Bpk. Kyai Tanjung |
Mari kita bersama-sama melindungi teman, kerabat, keluarga,
adik-adik, dan anak-anak kita dari pengaruh-pengaruh buruk dari manapun yang
berasal dari luar diri (Syaitan). Kunjungi juga Pomosda.or.id dan akun kompasiana saya, anda akan dapat informasi yang bermanfaat.





0 komentar:
Posting Komentar