image1 image2 image3

HELLO I'M MUHAMMAD ARIF|WELCOME TO MY PERSONAL BLOG|WRITING 'N LEARNING IS MY PASSION|I'M PROFESSIONAL WRITER

Tertutupnya Nurul Qomariyah

HAKEKAT BUMI (SIMBOL DADANYA SENDIRI) MENUTUPI BULAN (NUR QOMARIYAH) 



 
      Kejadian alam yang tidak wajar terjadi di tahun 2015 M ini tepatnya pada tanggal 4 An-Nida’ 02M / April 2015 lalu. Gerhana bulan total ini merupakan kejadian langka karena terjadi 4 kali berturut-turut. Gerhana bulan total  terjadi dihitung 8 kali sepanjang sejarah. Urutan gerhana bulan total ini disebut dengan  Tetrad.Tetrad adalah pola astronomi khusus jika terjadi 4 kali gerhana bulan total secara berurutan. Tetrad yang bertepatan dengan hari raya orang Yahudi terjadi setelah bangsa Israel mengalami bencana. Diprediksi bahwa antara tahun 2014-2015 akan terjadi ‘sixtrad’, yaitu gerhana bulan dan matahari total yang terjadi bertepatan dengan hari raya orang Yahudi sebanyak 6 kali secara berturut-turut.

      Warna bulannya pun berubah menjadi merah darah atau biasa disebut dengan ‘Red Blood Moon’. Bagi sebagian orang kejadian bulan purnama merah sering di kaitkan dengan sesuatu yang mistis, bencana, dan kejadian . Sebagai contoh terjadinya gerhana bulan merah Pada tahun 2003-2004 di kaitkan dengan bencana tsunami di aceh dan beberapa bencana lainnya. Sementara menurut perhitungan orang jawa, terjadinya bulan purnama seperti ini juga mengisyaratkan akan terjadi peristiwa ataupun bencana besar, entah itu benar atau tidak akan tetapi semua itu sudah menjadi perhitungan. Kejadian ini bagi sebagian orang mengisyaratkan akan terjadinya Perang Dunia ke 3. Bahkan bagi sebagian orang yahudi kejadian ini mempunyai arti tersendiri seperti beberapa keanehan yang ada sebelumnya. Dan keanehan lainnya adalah setiap terjadinya gerhana itu selalu berdekatan dengan hari raya orang yahudi dan selalu terjadi sesuatu terhadap bangsa Israel.

Musyawarah Rutin Management Pomosda
      Tapi semua itu hanya Allah Yang Maha Mengetahui.  Itu adalah kejadian alam yang kita jadikan ayat-ayatNya yang nyata bahwa Allah telah memberi peringatan kepada manusia yang sering lalai dengan tujuan hidupnya. Bapak Mohammad Dzoharul Arifin Al-Faqiri Munawwar Abdullah Afandi (Pengasuh Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa) sering dhawuh bahwa diciptakannya langit dan bumi itu adalah sebagai tanda-tanda keberadaan utusan-Nya.



إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ 
    (البقرة:١٦٤)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit (Akal atau otak) dan bumi (dadanya masing-masing), silih bergantinya malam (gundah, tidak enak, duka, sakit hati, kemrungsung, mengeluh) dan siang (kesenangan, rezeki, gajian, keluarga), bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah karena telah menunjuk “hudan” di antara kaummu sendiri) bagi kaum yang memikirkan (QS.Al-Baqarah;164)”.

      Dari Ayat tersebut jelas bahwa dunia ini pada awalnya adalah gelap dan menggelapkan tanpa penerangan apapun. Sama halnya dengan manusia yang hidupnya berorientasi pada dunia dan keuntungan-keuntungan belaka, maka jelas bahwa dia tidak membaca ayat-ayatNya yang nyata tentang Hudan (penerang, penunjuk, petunjuk arah tentang keberadaan sumber dari segalanya yaitu Nur Syamsiyah atau Nur Muhammad). Padahal melalui ayat tersebut Allah telah tegas memberi petunjuk bahwa kita hidup di dunia diperintah untuk mencari sosok “Hudan” di muka bumi-Nya Allah
.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS: At-Taubah Ayat: 128)”.

      Beliau dhawuh bakda shalat Khusuf Qomariyah pada tanggal 4 An-Nida’ 02M / April 2015 bahwa cahaya bulan merupakan simbol dari Nur Qomariyah atau Nur yang ada pada diri seorang Rasul (Ilmu para Nabi para Rasul tentang keberadaan Diri-Nya Dzat Tuhan Yang Al-Ghaib). Gerhana bulan berarti Nur Qomariyah yang tertutupi oleh bumi, sedangkan bumi adalah simbol dari dadanya masing-masing. Jika dalam diri masih tertanam ego, kesombongan, angah-angah dunia maka bumi (jagad shogir) akan menutupi bulan (Nur Qomariyah). 

     
Musyawarah Pengurus Cabang dalam rangka memperingati 1000 hari
Al-maghfurullah mBah kyai Haji Moh. Munawwar Afandi
       Penyebab tertutupnya Nur Qomariah adalah hatinya yang tidak bekerja atau berfungsi dengan semestinya. Hati yang seharusnya berfungsi untuk dzikir (waladzikrullaahi akbar) tapi justru untuk merasakan enak atau tidak enak hidup di dunia (bumi=jagad shogir) yang gelap menggelapkan ini. Oleh karena itu mari kita bebarengan saling ingat-mengingatkan untuk menjalankan dhawuh-dhawuh Guru kita demi keselamatan yang kita impikan kelak. Kita fungsikan hati kita untuk melanggengkan dzikir. Merasakan betapa indahnya mengingati-Nya dan bersama dengan Tuhan. Jika hati berfungsi dengan semestinya akhirnya bumi kita yang gelap ini dapat penerangan dari cahaya bulan.

      Ibadah yang dijalankan pun atas dasar fil amri atau di dalam perintah. Maksud di dalam perintah adalah merasa sebagai murid yang punya Guru dan butuh menjalankan perintah Gurunya sebagai pesangon atau lakon kembali menuju Tuhannya setelah mati. Menjalankan ibadah dengan hati yang selalu tumakninah dan istiqomah hingga Tuhan yang disembah senyatanya hadir di dalam hati dan dapat dirasakan keindahan bersama-Nya.

   Sekali lagi sekarang adalah saatnya untuk bersama-sama bergandengan tangan nDerek, nyengkuyung, mBela Guru Wasithah. Mari kita buka cahaya Nur Qomariyah kita untuk menerangi jagad shogir kita semua dengan memperbanyak dzikir di dalam hati. Semoga dengan adanya majalah Ajisaka kita dapat menambah tali kekeluargaan antar Jamaah dan saudara lahir batinnya serta senantiasa mendapat berberan, berkah, sawab, pangestu Guru Wasithah. Amieen.

Red : Muhammad Arif Asy-Syathori

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar